Deretan Kegagalan Dramatis Pasukan Khusus Amerika

Deretan Kegagalan Dramatis Pasukan Khusus Amerika – Tujuan beresiko yang dijalani pasukan khusus Amerika Serikat( AS) sering berakhir pada kegagalan. Apa saja catatan kegagalan itu?

Deretan Kegagalan Dramatis Pasukan Khusus Amerika

 Baca Juga : Kisah 40 Pasukan Komando Amerika Serikat Diserang 500 Tentara Bayaran Rusia

opsecteam – Beberapa besar pembedahan ini mencampurkan tingkatan optimisme militer yang kelewatan mengenai resiko serta bayaran kegagalan. Tetapi, permasalahan ini tidak terpaut dengan paradigma pembedahan pasukan khusus; orang bermodal besar yang mengarah yakin diri hendak keahlian mereka buat menangani profesi susah. Masyarakat awam yang kurang mempunyai kemampuan militer kerapkali mempunyai alibi buat menyangka keyakinan ini sedemikian itu saja, paling utama kala terdapat pemecahan yang kilat serta gampang buat menanggulangi permasalahan kompleks.

Semenjak Perang Bumi II, militer AS sudah bereksperimen dengan pasukan pembedahan khusus, golongan prajurit kecil dengan perlengkapan serta penataran pembibitan yang melaksanakan tujuan susah. Akhirnya, pasukan khusus terdapat buat menggunakan modal orang dalam suasana taktis yang tidak lazim. Angkatan yang diseleksi dalam bala ini merupakan mereka yang memiliki keahlian raga serta psikologis besar. Mereka setelah itu dilatih dengan cara intensif, alhasil dengan cara teoritis bisa menggapai tujuan yang tidak dapat dicoba prajurit wajar, catat The National Interest.

Kesuksesan operator khusus populer di antara lain pembantaian Osama bin Laden di Pakistan. Tetapi, pembedahan khusus senantiasa mengalami kritik dari bagian militer yang lebih mengarah pandangan konvensional. Bagi mereka, pangkal energi penataran pembibitan yang didedikasikan buat operator khusus dalam sebagian permasalahan, bisa kurangi daya konvensional.

Terdapat pula permasalahan badan; sedangkan sebagian panglima sudah teruji sangat konvensional memakai pasukan khusus( melindungi mereka pergi dari pertarungan dalam mengestimasi sebagian profesi misterius), yang lain sudah menghasilkan pasukan khusus dalam pembedahan konvensional. Politisi yang notabene tidak memiliki sensibilitas militer, gawatnya mengarah melabeli pembedahan khusus amat menarik tanpa seluruhnya menilai bayaran mereka.

Dalam bukunya yang terkini, Oppose Any Foe, Mark Moyar memusatkan pemikiran kritis pada asal usul pasukan khusus AS. Beliau menilai bayaran yang dikeluarkan unit- unit sejenis vis a vis keterbatasan penting pembedahan khusus. Moyar beranggapan, keglamoran serta keberanian dari pasukan khusus sudah menolong membelokkan pengawasan kepada sebagian kegagalan mereka yang lebih seram dengan cara totalitas.

Selanjutnya merupakan 5 serangan sangat beresiko dalam sejarah pasukan operasi khusus AS, yang dikutip dari The National Interest:

Serangan Makin Atoll

Pada bulan Agustus 1942, Bala Raider Marinir yang terkini dibangun meluncurkan serbuan pertamanya, melawan Kian Atoll yang dipahami Jepang di Pasifik Selatan. Kapal selam mengirim 222 Marinir yang diseleksi serta dilatih dengan cara khusus buat melaksanakan tujuan: melanda serta memusnahkan instalasi Jepang, alhasil menaburkan kerentanan dalam aba- aba besar Jepang.

Raiders dengan kilat kehabisan bagian kejutan, namun senantiasa sukses memunculkan sebagian korban. Si panglima Evans Carlson, menyudahi resistensi Jepang yang tertinggal sangat kelu buat menggapai tujuan penting, tercantum penghancuran set radio. Tetapi, usaha bagian buat meninggalkan pulau itu terhalang oleh laut bebas; cuma delegasi kecil yang dapat berenang kembali ke kapal selam yang menunggu.

Kala dini hari menyingsing, orang Amerika mengalami beberapa besar orang Jepang pada faktanya telah mati. Marinir memusnahkan sarana Jepang yang tertinggal, serta suatu kapal selam kembali buat menjemput para korban. Sayangnya, satu perahu tidak dapat aman dari aliran. Dengan cara totalitas, 3 puluh marinir yang berkomitmen buat pembedahan itu tewas, serta banyak lagi yang terluka. Kesuksesan yang cukup dari serbuan itu berikan panglima AS pengalaman asam hal pembedahan seragam di Pasifik.

Korea Utara: Bukit 205

Pada 25 November 1950, selaku bagian dari serbuan AS yang lebih besar ke Korea Utara, Bala Ranger Kedelapan, suatu bagian yang dibuat pada Agustus, ditugaskan buat membekuk serta menjaga Busut 205, di sejauh Bengawan Chongchon. Tanpa dikenal oleh Amerika, pasukan reguler Cina sudah menyelinap ke Korea Utara dalam jumlah besar, serta bersiap buat meluncurkan serbuan jawaban besar.

Pemakaian pasukan khusus selaku akhir cengkal konvensional tidaklah perihal terkini. Bagian seragam dengan cara tertib melaksanakan profesi seragam di Perang Bumi II. Tetapi, resiko dalam pendekatan semacam itu jadi nyata kala Rangers banyak yang gugur. Suasana meningkat kurang baik kala serbuan balik tiba; Infanteri serta artileri Cina membanjiri pertahanan Rangers pada malam 25 November, dalam 6 serbuan terpisah. Eighty- Eight Rangers melanda Hill 205; sebesar 47 orang aman; cuma 21 yang meninggalkan busut hidup- hidup.

Kemampuan Bala Ranger Kedelapan memanglah heroik, namun tidak jauh lebih bagus dari bala infanteri lazim alhasil dedikasi itu proporsional.

Operasi Eagle Claw: Melarikan diri dari Teheran

Kala darurat penyanderaan di Teheran bersinambung, rezim Menyewa mulai memikirkan alternatif militer buat menuntaskan bentrokan. Serbuan konvensional kepada Iran kelihatannya tidak masuk ide, serta tidak terdapat banyak alibi buat yakin kampanye hawa bisa memforsir Republik Islam buat memberikan para jaminan.

militer menjawab dengan usaha pengamanan jaminan lewat hawa, paling utama dengan memakai pasukan Rangers serta Muara sungai Force. Serbuan lingkungan itu mengaitkan helikopter pendaratan di dekat alun- alun kedutaan, mematahkan ataupun menewaskan para pengawal Iran, setelah itu muat jaminan ke dalam pesawat saat sebelum pasukan reguler Iran bisa bereaksi. Bila salah tahap, hingga itu rentan menyebabkan kematian puluhan jaminan, ataupun akumulasi sebagian pasukan khusus ke dalam catatan jaminan.

Tetapi, pada hari penyergapan keragu- raguan itu teruji. Permasalahan mekanis mempengaruhi sebagian helikopter, alhasil membuat delegasi cuma mempunyai sedikit pesawat yang sukses melaksanakan pembedahan. Apalagi, salah satu helikopter menabrak C- 130, kemudian membunuh 8 prajurit. Serbuan yang kandas menolong menjamin kegagalan Kepala negara Menyewa dalam Pilpres 1980.

Grenada: Tiga Hari Kebingungan

Menggusur penguasa Grenada nampak semacam pembedahan yang bagus dalam keahlian militer Amerika Serikat. Walaupun dipertahankan oleh delegasi angkatan Grenadian serta Kuba, penguasa cuma mempunyai sedikit keahlian jelas buat melawan serbuan AS yang dicoba bersama. Memanglah, rentang waktu penting bentrokan cuma berjalan 3 hari pada 1983.

Dalam 3 hari itu, operator khusus AS mengalami beberapa permasalahan. Minimnya penghargaan kepada cuaca menimbulkan tenggelamnya 4 Navy SEAL pada malam 23 Oktober; serbuan hawa di bui Richmond Hill mengalami tembakan tidak tersangka dari baterai anti- pesawat melambung, sehabis ditundanya meninggalkan helikopter Black Hawk siang hari; dan usaha buat meregang asrama kosong pada 27 Oktober yang menimbulkan tumbangnya 3 helikopter serta kematian 3 Rangers.

Dengan cara totalitas, 13 dari 19 masyarakat AS yang berpulang dampak agresi Grenada merupakan pasukan khusus. Panglima mempersalahkan kesusahan pada komunikasi yang kurang baik, serta pada uraian amburadul pasukan konvensional. Permasalahan di Grenada menolong mendesak pembaruan tidak cuma dari pasukan pembedahan khusus, namun pula militer dengan cara totalitas; para perumus Hukum Goldwater- Nichols 1986 berikan atensi khusus pada kesulitan- kesulitan yang dialami pasukan kolonialis.

 Baca Juga : Pesawat Mata-mata AS Menyusup ke Cina

Mogadishu: Apa yang Kita Lakukan Di Sini?

Amerika Serikat merambah perang kerabat Somalia di dasar lindungan tujuan manusiawi, yang didesain buat memperbaiki bekal santapan untuk beberapa besar masyarakat awam. Tetapi, tidak lama setelah itu, target AS diperluas.

Pada 3 Oktober 1993, dalam usaha buat membekuk letnan- letnan paling tinggi pada komandan perang Mohammed Farah Aidid, segerombol operator Rangers AS serta Muara sungai Force berupaya melaksanakan serbuan kombinasi hawa serta bumi kepada sasaran di Mogadishu tengah. Kedua agen pembedahan dengan kilat jadi salah tahap. itu ditengarai dari alat transportasi bumi yang berjuang buat menciptakan jalur mereka ke wilayah sasaran, sedangkan salah satu helikopter jatuh sehabis terbentur bom lempar berpeluncur roket. Kebisingan selanjutnya berjalan nyaris sejauh malam, serta menyebabkan tumbangnya helikopter lain, lenyapnya 19 pasukan Amerika serta kematian lebih dari seribu orang Somalia.

Angka pasukan pembedahan khusus terdapat pada pangkal energi manusianya. Kala unit- unit ini menyantap korban, mereka tidak bisa dengan gampang mengubah kehilangan.

Kala pasukan khusus didorong ke suasana taktis konvensional di mana mereka tidak bisa menggunakan keahlian diri, mereka akan mengidap serta mati semacam prajurit yang lain. Dalam kasus- kasus ini, bayaran yang digelontorkan negeri jadi amat besar, bukan cuma sebab kebutuhan politis dari pembedahan khusus, namun pula sebab lenyapnya sebagian pejuang terbaik Amerika.

Opsecteam - Berita Organisasi Advokasi Amerika Serikat